13 Mei 2026 - BY Admin

Tingkatkan Kapasitas Konselor dan Kader, DP3AP2 DIY Gelar Bimtek Puspaga dan Psychological First Aid

YOGYAKARTA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas para konselor dan kader pendamping keluarga di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan yang berfokus pada penyampaian materi teknik dasar konseling dan Psychological First Aid (PFA) atau Dukungan Psikologis Awal ini dilaksanakan di Ruang Rapat Nyi Ageng Serang 1, Kantor DP3AP2 DIY, pada Selasa (12/5/2026).

Bimtek kali ini diikuti secara antusias oleh para peserta yang berasal dari Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kabupaten Sleman. Kehadiran para kader lapangan ini dinilai krusial karena mereka merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan permasalahan keluarga di masyarakat.

Bekali Keterampilan Praktis dari Para Ahli

Untuk memberikan pemahaman yang mendalam, DP3AP2 DIY menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang psikologi, yaitu:

  1. Agustin Dwi Widowati, M.Psi., Psikolog dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Nurtika Ulfah, M.Psi., Psikolog dari UPTD PPA Kabupaten Sleman.

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga dibekali dengan berbagai keterampilan praktis. Mulai dari menumbuhkan sikap empati, teknik mendengar aktif (active listening), hingga simulasi pemberian dukungan psikologis awal bagi anak dan keluarga yang tengah menghadapi situasi krisis dan membutuhkan pendampingan khusus. Melalui metode praktik langsung dan diskusi interaktif, para kader diajak untuk mensimulasikan penanganan kasus riil yang sering ditemui di lapangan, sehingga terbangun kesiapan mental dan taktis saat mendampingi warga.


Mewujudkan Layanan yang Responsif dan Ramah Anak

Melalui penyelenggaraan Bimtek ini, DP3AP2 DIY berharap kualitas layanan pendampingan keluarga di tingkat daerah dapat semakin meningkat. Sinergi antara teori akademis dan implementasi praktis di lapangan diharapkan mampu melahirkan lingkungan pendampingan yang:

  • Responsif terhadap aduan dan dinamika masalah keluarga.

  • Ramah Anak, memastikan hak-hak anak tetap terlindungi di tengah konflik atau krisis.

  • Berorientasi pada Pemulihan, membantu keluarga bangkit dan menemukan solusi berkelanjutan.

Dengan penguatan kapasitas ini, Puspaga bersama para kader PLKB siap melangkah lebih optimal dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang kokoh di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Silakan Pilih CS

Pengaduan P2TPAKK
Telekonseling Tesaga
Layanan SAPA 129
Satgas PPA DIY
Tutup
Ada yang bisa kami bantu?