Akhir tahun ajaran adalah momen yang penuh tekanan bagi
banyak anak. Nilai harus dikejar, persaingan masuk sekolah dan perguruan tinggi
semakin ketat, sementara dukungan dari lingkungan tidak selalu hadir. Kondisi
ini, jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi pintu masuk bagi kekerasan
dan trauma psikologis pada anak.
Itulah mengapa DP3AP2 DIY menggelar Webinar Series Perlindungan
Anak: “Mendampingi Anak Mengatasi Kekecewaan” pada Jumat, 22 Mei 2026,
menghadirkan pakar kesehatan jiwa dari RS PKU Muhammadiyah Wonosari, dr. Ida
Rochmawati, M.Sc., Sp.KJ (K).
“Kita tidak pernah punya sekolah formal untuk menjadi orang tua
yang baik. Namun, itu bukan alasan untuk tidak terus belajar.” — dr. Ida Rochmawati
Mengapa
Kesehatan Mental Orang Tua Itu Kunci?
Dr. Ida membuka paparannya dengan pernyataan yang
mengejutkan banyak peserta: perbaiki orang tuanya dulu, baru anaknya.
Berdasarkan penelitian, 1 dari 3 anak yang memiliki orang tua dengan masalah
kesehatan mental berisiko tinggi mengalami masalah serupa. Karena itu, orang
tua yang sehat secara mental adalah garda terdepan perlindungan anak.
Berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan
mental yang sering tidak kita sadari:
✦
Genetik
— berkontribusi sekitar 50% terhadap
kebahagiaan seseorang, namun bukan harga mati dan dapat dikelola
✦
Cara
berpikir (mindset) — memengaruhi
sekitar 40% kebahagiaan kita sehari-hari
✦
Hormon
— fluktuasi hormon pada remaja
menyebabkan mood tidak stabil dan sulit dikendalikan
✦
Kualitas
tidur — tidur yang buruk menaikkan
kortisol sehingga anak mudah marah dan sulit konsentrasi
✦
Pola
makan — makanan instan yang rendah
gizi menurunkan produksi serotonin, hormon pengatur suasana hati
✦
Paparan
sinar matahari — kekurangan vitamin D
dari paparan sinar matahari berkontribusi pada gangguan mood
✦
Lingkungan
sosial — sel saraf otak berkembang
sesuai siapa yang paling sering berinteraksi dengan kita
Kenali
Tipe Pengasuhan Anda
Sebelum bisa mendampingi anak, orang tua perlu mengenali
pola pengasuhannya sendiri. Dr. Ida memaparkan empat tipe parenting beserta
dampaknya pada anak:
|
🌿 Demokratis Tegas sekaligus hangat, aturan
dan ruang yang seimbang → Anak
mandiri & percaya diri |
🔒 Otoriter Ketat dan kaku, mengutamakan
kepatuhan → Patuh
tapi kurang percaya diri |
|
🎈 Permisif Terlalu bebas, minim aturan,
cenderung memanjakan → Anak
kurang disiplin |
👻 Mengabaikan Kurang perhatian dan
keterlibatan pada anak → Rentan
masalah emosional |
Inner
Child: Luka Masa Kecil yang Tanpa Sadar Kita Wariskan
Salah satu poin terpenting dalam webinar ini adalah soal
inner child. Dr. Ida menjelaskan bahwa setiap orang memiliki tiga sisi: sisi
anak-anak (egois, ingin menang sendiri), sisi dewasa (mampu mengelola emosi),
dan sisi orang tua (ada yang menuntun, ada yang mengkritik).
Ketika kita masih kecil, otak kita belum matang sepenuhnya.
Akibatnya, saat orang tua memukul dengan tujuan mendisiplinkan, yang terekam di
otak anak bukan niatnya — melainkan rasa sakit dan kesan bahwa orang tuanya
kasar. Luka-luka kecil inilah yang tanpa kita sadari terbawa hingga dewasa dan
memengaruhi cara kita mengasuh anak.
“Sadari
trauma kita dan putus mata rantainya. Jangan sampai anak kita menjadi
pelampiasan dari luka kita di masa lalu.”
Lima
Prinsip Dasar Parenting yang Perlu Selalu Diingat
✦
Anak
bukan orang dewasa kecil — mereka
belum bisa memahami perspektif orang tua sepenuhnya
✦
Hindari
cinta bersyarat — frasa “kalau mau
disayang, nilaimu harus bagus” berdampak jauh lebih dalam dari yang kita kira
✦
Orang
tua adalah role model — cara marah,
cara berbicara, cara menghadapi masalah — semuanya ditiru anak
✦
Ajarkan
anak sesuai zamannya — jangan
memaksakan standar masa lalu pada generasi sekarang
✦
Kolaborasi
dengan pasangan — jangan bertengkar
atau menjelek-jelekkan pasangan di depan anak
Dr. Ida juga menegaskan bahwa tidak ada orang tua yang
sempurna — dan itu bukan sesuatu yang perlu disembunyikan dari anak.
Sebaliknya, ketika orang tua salah, meminta maaf kepada anak adalah tindakan
yang justru membangun kepercayaan dan mengajarkan nilai yang sesungguhnya.
“Parenting bukan tentang mencetak anak
yang sempurna, tetapi membimbing mereka menjadi versi terbaik dirinya sendiri.
Hadir dan cintai mereka tanpa syarat.”
— dr. Ida Rochmawati, M.Sc., Sp.KJ (K)
Webinar ini merupakan bagian dari program rutin DP3AP2 DIY
dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui penguatan kapasitas
orang tua dan keluarga. Jika Anda atau orang-orang di sekitar Anda membutuhkan
pendampingan psikologis, layanan konseling tersedia secara gratis melalui
TESAGA dan PUSPAGA DIY, baik secara daring maupun luring. Untuk pengaduan
kasus, hubungi UPT PPA atau hotline SAPA 129.
22 Mei 2026 - BY Admin