20 Oktober 2025 - BY Admin

Sinergi Satgas PPA DIY Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Yogyakarta, 20 Oktober 2025 — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) pada Senin (20/10). Kegiatan yang berlangsung di Ruang rapat Balai PPA DIY tersebut diikuti oleh 79 Satgas PPA Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala DP3AP2 DIY, Ibu Erlina Hidayati Sumardi, S.IP., M.M., membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya peran Satgas PPA dalam menjaga keistimewaan Yogyakarta melalui perlindungan terhadap perempuan dan anak. Ia menyoroti sejumlah kasus yang marak terjadi, termasuk kasus bunuh diri anak akibat dampak perceraian dan kurangnya perhatian orang tua. Selain itu, Ibu Erlina menyoroti masih kuatnya budaya kekerasan dalam pola pengasuhan. Ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan pendidikan tanpa kekerasan serta menumbuhkan relasi yang sehat antara orang tua dan anak. “Jika kita bisa mendidik tanpa kekerasan, kenapa harus dengan kekerasan,” tegasnya.


Materi bertajuk “Harmoni Satgas PPA untuk Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak” disampaikan oleh Ibu Santy Dwi Kristina, S.KM,. M.K.M. dari Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY. Ia menekankan bahwa Satgas PPA bukan sekadar relawan, tetapi agen perubahan yang berperan sebagai role model, consultant, coach, dan collaborator di tengah masyarakat.

Satgas PPA adalah jembatan agar tidak ada orang yang merasa sendiri. Kita mengantarkan setiap orang yang membutuhkan perlindungan,” ujarnya. Shanty juga menyinggung pentingnya motivasi dan rasa syukur dalam menjalankan peran sosial. “Penyebab utama keputusan bunuh diri adalah kesepian. Karena itu, Satgas hadir untuk menumbuhkan rasa kebermaknaan dan kebersamaan,” tambahnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Ibu Hera Aprilia, S.Kom., M.Eng., yang menyampaikan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Satgas PPA DIY. Ia menguraikan perlunya penertiban laporan kasus dan peningkatan koordinasi antar wilayah. Satgas diminta untuk selalu berkoordinasi dengan koordinator wilayah, UPTD PPA, serta perangkat kelurahan dan keamanan setempat.


Dalam sesi diskusi, sejumlah Satgas menyampaikan pengalaman dan tantangan mereka di lapangan, mulai dari tekanan psikologis saat menghadapi korban, kesulitan koordinasi antarwilayah, hingga perlunya sistem perlindungan bagi Satgas yang menghadapi intimidasi. Menanggapi hal ini, DP3AP2 DIY menegaskan bahwa Satgas yang mengalami ancaman atau tekanan dapat melapor ke UPTD atau Balai PPA untuk mendapatkan perlindungan.

Rapat ditutup dengan doa bersama serta harapan agar kegiatan ini mampu memperkuat sinergi dan semangat Satgas PPA DIY dalam menjalankan tugas perlindungan perempuan dan anak. “Semoga setelah kegiatan ini kapasitas dan semangat para Satgas semakin meningkat untuk melanjutkan ketugasannya,” ujar Hera Aprilia saat menutup Rakortek.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Satgas PPA DIY terus menjadi garda depan dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas kekerasan bagi perempuan dan anak di Yogyakarta.


Silakan Pilih CS

Pengaduan P2TPAKK
Telekonseling Tesaga
Layanan SAPA 129
Satgas PPA DIY
Tutup
Ada yang bisa kami bantu?