20 Juli 2023 - BY Admin

Puspaga Akses Bimbingan dan Pembelajaran Asuh Anak

Yogyakarta, DP3AP2 DIY (20/07/2023) – Ahmad Baihaqy Rais mengatakan, gerakan tersebut membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak. Pertama, tentu dengan pendidikan dan kesadaran. “Sosialiasasi harus terus dilakukan, tidak hanya kami dari DPRD DIY maupun pemda, tapi peran serta masyarakat juga terus digerakkan,” katanya, Selasa (18/7).

Baihaqy menjelaskan gerakan mengajak masyarakat lebih peduli dengan persoalan remaja dan keluarga bisa melalui penyuluhan di sekolah, kegiatan organisasi kemasyarakatan, peran orangtua, juga didalamnya termasuk dakwah agama yang bisa meningkatkan kesadaran akan masalah ini. Sehingga hal ini akan membantu masyarakat memahami dan merespon persoalan lebih baik dan turut berpartisipasi membantu persoalan. “Dari sini kita dapat menyebarkan pesan-pesan yang mengedukasi dan mempromosikan tentang persoalan remaja dan keluarga,” ujarnya.

Jajaran DPRD DIY juga telah menerbitkan sekaligus terus mengawasi agar Perda Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pembangunan Ketahanan Keluarga ini benar-benar menjadi perda yang operasional. Sebab, perda ini jika diterapkan dengan baik maka akan melibatkan seluruh pihak untuk berpartisipasi dalam program-program penanganan masalah remaja dan keluarga.

“Kami tahu misalnya adanya sekarang permasalahan kenakalan remaja, permasalahan di jalanan, itu juga tidak lepas karena belum adanya penerapan fungsi-fungsi keluarga yang dijalankan dengan baik. Dari fungsi agama, cinta kasih, perlindungan, pendidikan hingga pembinaan lingkungan ini tentu harus selalu diberdayakan,” jelasnya.

Selain itu, sosialisasi juga perlu mencakup mengenai komunikasi yang efektif, keterampilan pengasuhan, manajemen emosi, dan penyelesaian konflik. Sehingga dapat membantu remaja dan orang tua dalam menghadapi tantangan yang mereka hadapi.

Pihaknya juga terus mendorong partisipasi aktif dari remaja dan keluarga dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan mereka. Melibatkan mereka dalam perencanaan program dan kebijakan ke depan akan memberikan mereka rasa memiliki sehingga berkontribusi pada solusi.

Dengan menggabungkan pendekatan-pendekatan ini dan melibatkan berbagai pihak, diharapkan akan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan remaja dan keluarga.

“Jika keluarga kuat, maka masyarakat juga kuat, tapi juga sebaliknya jika keluarga atau remaja memiliki masalah maka dampaknya akan negatif ke masyarakat, termasuk sekolah dan perilaku negatif lainya,” tambahnya.

Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang belum mendapatkan akses pengetahuan tentang pembelajaran berkeluarga. Sehingga dengan adanya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) tersebut, masyarakat dapat mengakses bimbingan dan pembelajaran tentang pengasuhan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY Erlina Hidayati Sumardi mengatakan, layanan Puspaga untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang memiliki persoalan remaja maupun keluarga. edukasi kepada masyarakat. Sehingga dapat menjaga keluarga yang harmonis di era sekarang. “Kami ada macam-macam layanan untuk belajar. Ada pendamping konselor atau psikolog yang bisa membantu,” katanya.

Dijelaskan masyarakat yang bersangkutan atau yang mengetahui persoalan bisa mengadu ke layanan tersebut secara gratis. “Jadi tidak harus korban yang melapor jika ada persoalan. Orang terdekat bisa melapor ke layanan Puspaga,” ujarnya.

Layanan konseling itu baik online berupa telekonseling sahabat anak dan keluarga. Bisa melalui WhatsApp maupun media sosial lain. Atau layanan belajar secara offline atau langsung berupa talkshow, tutorial dan lain sebagainya.

Puspaga adalah bentuk layanan untuk meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga melalui program pendidikan pengasuhan, keterampilan menjadi orang tua, keterampilan melindungi anak, kemampuan meningkatkan partisipasi anak dalam keluarga maupun penyelenggaraan program konseling bagi anak dan keluarga.

Sumber : Radar Jogja

Silakan Pilih CS

Pengaduan P2TPAKK
Telekonseling Tesaga
Layanan SAPA 129
Satgas PPA DIY
Tutup
Ada yang bisa kami bantu?