Yogyakarta 14 April 2025 – Upaya perlindungan
perempuan dan anak terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini
terlihat dalam kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Satgas
Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DIY yang digelar pada Selasa, 14 April
2026.
Kegiatan
yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan
Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY ini menjadi momentum penting untuk
memperkuat koordinasi antara Satgas PPA, Dinas terkait kabupaten/kota, serta
UPT PPA di seluruh wilayah DIY.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang P3KA Dinas P3AP2 DIY, Hera Aprilia, S.Kom., M.Eng. menegaskan bahwa keberadaan Satgas PPA merupakan kekuatan besar dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Ia menekankan pentingnya sinergi yang solid agar penanganan kasus dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi.

“Koordinasi
yang kuat antar Satgas, dinas, dan UPT PPA menjadi kunci utama dalam memberikan
perlindungan yang optimal bagi korban,” ujarnya.
Pada sesi
materi pertama, Adhik Sulistyanto dari JEL Edutama mengangkat tema penting
terkait team building dan manajemen konflik dalam kerja tim.
Ia
menjelaskan bahwa penanganan kasus perempuan dan anak tidak bisa dilakukan
secara individu, melainkan membutuhkan kerja tim yang solid dan saling percaya.
Melalui team building, komunikasi menjadi lebih efektif, koordinasi
semakin cepat, dan potensi konflik dapat diminimalisir.
“Tim yang
memiliki visi yang sama dan komunikasi terbuka akan lebih mudah mencapai tujuan
bersama,” jelasnya.
Selain
itu, peserta juga dibekali strategi dalam mengelola konflik, mulai dari
memahami perbedaan pendapat hingga mencari solusi terbaik melalui pendekatan win-win
solution. Hal ini dinilai penting mengingat kompleksitas kasus yang sering
melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang berbeda.
Materi kedua disampaikan langsung oleh Hera Aprilia, S.Kom., M.Eng. yang menyoroti pentingnya monitoring serta kedisiplinan dalam pelaporan kegiatan Satgas PPA.

Ia menegaskan
bahwa setiap proses penjangkauan korban wajib dilakukan dengan koordinasi
bersama UPT PPA setempat dan melibatkan stakeholder terkait. Dalam kondisi
darurat yang mengancam keselamatan korban, Satgas juga diminta untuk segera
berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Melalui
Rakortek ini, seluruh peserta diharapkan semakin memahami peran dan mekanisme
kerja masing-masing, sekaligus memperkuat koordinasi antar wilayah.
Kegiatan
ini juga menjadi pengingat bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya
tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kerja bersama yang membutuhkan
komitmen, komunikasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Ke depan,
Satgas PPA DIY diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan
lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak
di DIY.
14 April 2026 - BY Admin