13 November 2023 - BY Admin

Pendampingan PPRG di Sukoreno, Sendangmulyo dan Beji di Tahun 2023

Yogyakarta, DP3AP2 DIY (13/11/2023) - Pada Triwulan tahun 2023 , DP3AP2 melakukan kegiatan yang berfokus pada perencanaan penganggaran untuk mendukung kegiatan yang diciptakan untuk mendukung beberapa lapisan kelompok yang perlu pehatian khusus. Lapisan kelompok yang dimaksud adalah kaum rentan yang perlu perhatian khusus terutama oleh masyarakat, dinas terkait, dan anggota kalurahan. Kegiatan yang diadakan adalah kegiatan pendampingan perencanaan dan penganggaran responsif gender dikalurahan atau yang biasa di singkat PPRG. PPRG ini diadakan berdasarkan target kalurahan tertentu yang sudah menjadi desa mandiri budaya ataupun rintisan desa mandiri budaya lalu dalam pendampingan ini DP3AP2 DIY bekerjasama dengan pihak IDEA (ide analitika indonesia) sebuah organisasi yang berperan dalam kegiatan yang berhubungan dengan pemerintah untuk mengarahkan materi pendampingan disetiap sesi. Desa / kalurahan yang didampingi yaitu kalurahan Sukoreno yang berada di sentolo kulon progo, kalurahan Beji yang berada di ngawen Gunung kidul, dan Sendangmulyo yang berada di Minggir Sleman. Kegiatan ini dilakukan 3 kali dalam seminggu yang di jalankan tiga hari secara bergilir dari satu kalurahan ke kalurahan lainnya  dengan tempo pendampingan yang sama setiap minggunya. Sesi satu dan dua di lakukan di akhir september 2023 pada tanggal 13 dan 14 untuk Sukoreno, 18 dan 19 untuk Beji, serta 20 dan 21 untuk Sendangmulyo.  dan sesi tiga serta empat di pertengahan bulan oktober 2023 yaitu pada tanggal 10 dan 16 untuk SUKORENO, 12 dan 18 untuk Sendangmulyo, 9 dan 17 untuk Beji . Tempat yang digunakan untuk pendampingan yaitu di balai kalurahan masing masing kalurahan. Peserta yang dihadirkan dan diundang yaitu para staff kalurahan , perwakilan kaum difabel, dan desa prima.

supaya mampu mengajarkan staff kalurahan dan pejabat kalurahan agar mereka dapat menentukan dan membuat alokasi anggaran yang bersumber dari dana desa maupun dana keistimewaan agar bisa menciptakan kegiatan yang sesuai untuk membantu beberapa kelompok kaum rentan yang disebutkan sebelumnya yaitu kaum perempuan, difabel, lansia, anak, warga miskin, itulah tujuan pendampingan ini diadakan serta agar bisa menciptakan keadilan gender , dikarenakan peran dari pemerintah desa adalah pokok yang menggerakan kesetaraan gender yang berada di lingkungan kalurahan/desa guna membantu kelompok tersebut. Pendampingan yang diajarkan yaitu tentang konsep gender , data pilah menggunakan teknik APKM (Akses, Partisipasi, Kelompok, dan Manfaat), dan perencanaan anggaran RKP desa ditahun 2023 dan usulan 2024 tentang kegiatan untuk mendukung kelompok rentan tersebut. Narasumber yang mengajarkan materi pendampingan disetiap kalurahan dipilih dengan orang yang berbeda agar satu orang lebih fokus dalam mendampingi satu kalurahan yang ditanggungjawabi oleh masing masing .

kegiatan ini Menghasilkan sebuah output berupa perencanaan berbasis gender yang melihat dari isu seperti bidang anak, perempuan, kemiskinan, dan difabel dilingkup kalurahan tersebut yang dibuat oleh kelompok praktek saat pendampingan.  Proses Praktek untuk membuat perencanaan tersebut adalah semua peserta pendampingan dikalurahan di libatkan untuk menyusun perencanaan terhadap kegiatan yang responsif gender berdasarkan data pilah yang telah dibuat agar memaksimalkan penggunaan anggaran yang dipunyai desa sebagai bentuk pendalaman materi dalam pendampingan ini. Pada Respon yang diberikan kalurahan terhadap kegiatan ini lumayan bagus dilihat dari hasil tugas yang mereka kerjakan saat pendampinan.dengan hasil yang nyata tersebut pendampingan pprg  ini terus dilakukan untuk kalurahan agar dapat mengalokasi anggaran yang tepat dan sesuai untuk kaum rentan yang membutuhkan dan mengurangi ketidak adilan gender.

Silakan Pilih CS

Pengaduan P2TPAKK
Telekonseling Tesaga
Layanan SAPA 129
Satgas PPA DIY
Tutup
Ada yang bisa kami bantu?