Pada kesempatan di Pendopo Kemantren Gondokusuman, DP3AP2 DIY melaksanakan sosialisasi terkait Pengarusutamaan Gender (PUG) kepada masyarakat di wilayah Gondokusuman pada tanggal 2 juli 2026 Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta, yang didominasi oleh kaum perempuan khususnya ibu-ibu, ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya keadilan gender dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga memberi gambaran bahwa perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai subjek pembangunan yang memiliki hak, kesempatan, dan peran yang sama dalam menyampaikan aspirasi serta ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai pembuka acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Mantri Kemantren Gondokusuman, Bapak Guritno, A.P., M.I.P. Pada sesi selanjutnya, DP3AP2 DIY menyampaikan paparan inti mengenai Pengarusutamaan Gender, mulai dari pengertian kesetaraan dan keadilan gender, pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, hingga perlunya menciptakan lingkungan yang inklusif melalui partisipasi aktif perempuan dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Pada pertengahan acara, narasumber dari Komunitas Solidaritas Perempuan Kinasih Yogyakarta menyampaikan materi mengenai pentingnya perempuan berani menyampaikan suara dan aspirasinya, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam paparannya disampaikan bahwa banyak perempuan yang sebenarnya memiliki gagasan, namun sering kali memilih diam karena kurang percaya diri, takut salah, atau merasa pendapatnya tidak penting. Padahal ketika perempuan mampu menyampaikan kebutuhan dan pengalamannya secara bersama-sama, berbagai perubahan positif dapat diwujudkan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengalaman masyarakat di Kalurahan Kebonharjo, Kulon Progo, dimana suara perempuan yang mengusulkan penyediaan akses air bersih akhirnya menjadi perhatian pemerintah desa dan diwujudkan melalui pembangunan saluran serta penampungan air. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perempuan, tetapi juga meningkatkan kesehatan keluarga, mengurangi beban pekerjaan rumah tangga, serta mendorong perempuan lebih aktif dalam kegiatan masyarakat.
Selain itu, narasumber juga mengajak peserta untuk mulai membangun komunikasi yang asertif, yaitu menyampaikan pendapat secara jujur, sopan, dan tegas tanpa merendahkan orang lain. Melalui komunikasi yang baik, perempuan diharapkan semakin percaya diri dalam menyampaikan usulan, menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar, maupun berpartisipasi dalam forum-forum kemasyarakatan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi berlangsung.
Pada sesi terakhir, Anggota DPRD DIY Komisi A memberikan paparan sekaligus menutup rangkaian kegiatan. Beliau menyampaikan keterkaitan materi yang telah dipaparkan narasumber sebelumnya dengan kebijakan pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain menekankan pentingnya perlindungan keluarga, beliau juga menjelaskan bahwa yang perlu diwujudkan bukan hanya kesetaraan gender, tetapi juga keadilan gender sehingga setiap pihak memperoleh kesempatan sesuai kebutuhan dan perannya. Beliau juga menegaskan bahwa partisipasi perempuan merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, sehingga perlu didukung melalui kebijakan, penganggaran yang responsif gender, serta ruang partisipasi masyarakat yang lebih terbuka.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini menghadirkan pembahasan yang saling melengkapi. Penjelasan teknis mengenai Pengarusutamaan Gender disampaikan oleh DP3AP2 DIY, penguatan mengenai keberanian perempuan untuk bersuara dan pentingnya komunikasi asertif diberikan oleh Komunitas Solidaritas Perempuan Kinasih Yogyakarta, sedangkan DPRD DIY memberikan gambaran mengenai dukungan kebijakan dalam meningkatkan partisipasi perempuan di berbagai bidang pembangunan. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa kesetaraan dan keadilan gender bukan hanya berkaitan dengan perempuan, tetapi merupakan upaya bersama untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, masyarakat yang inklusif, serta pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Pada setiap sela-sela kegiatan, peserta juga ditemani oleh dua mahasiswi pertukaran asal Australia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Keduanya turut memperkenalkan diri, berbagi pengalaman, serta menceritakan bagaimana isu kesetaraan dan keadilan gender diterapkan di negara mereka. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut memberikan perspektif baru bagi peserta bahwa upaya mewujudkan keadilan gender merupakan isu yang juga menjadi perhatian di berbagai negara. Meskipun setiap negara memiliki kebijakan dan pendekatan yang berbeda-beda, tujuan utamanya tetap sama, yaitu menciptakan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan maupun laki-laki untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
6 Juli 2026 - BY Admin