10 April 2026 - BY Admin

JOGJA PRIMA FEST 2026: MERAJUT PEMBERDAYAAN DAN MENGUATKAN JEJARING DESA PRIMA TAHUN 2026

Pada hari ini, Jumat tanggal 10 April 2026, bertempat di kawasan Teras Malioboro dan Amphitheater Teras Malioboro, Kota Yogyakarta, telah dilaksanakan rangkaian kegiatan Jogja Prima Fest (JPF) yang meliputi beberapa agenda utama, yaitu Temu Akbar Desa PRIMA, Podcast Rembag Kaistimewan, serta Diskusi RRJJ (Ruang Resah Jomblo Jogja). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Gelar Potensi Produk Kelompok Ekonomi Produktif (KEP) Desa PRIMA dengan tema “Jelajah Jajanan Lawas Jogja”. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang publik untuk membahas isu sosial, khususnya dinamika relasi dan pernikahan di kalangan generasi muda, serta berbagai permasalahan yang dihadapi KEP Desa PRIMA, termasuk isu pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta yang masih menjadi perhatian bersama.  kegiatan yang dimaksudkan untuk membantu pemberdayaan ekonomi perempuan ini di sponsori oleh Bank Pembangunan Daerah DIY, Harian Jogja, dan Universitas Gajah Mada dan dibantu oleh DInas Koperasi dan UMKM serta Teras Malioboro .

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan pelaksanaan senam bersama di kawasan Teras Malioboro. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai unsur organisasi dan masyarakat yang tampak antusias memenuhi area kegiatan dengan mengenakan pakaian olahraga, didominasi warna merah yang menambah semarak suasana pagi. Kehadiran Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH) Yudhaningrat turut menambah semangat peserta dalam pembukaan kegiatan. Selain itu, turut hadir pula sejumlah pejabat dan tamu undangan, di antaranya Wisnu Hermawan (Kepala Teras Malioboro), G.K.B.R.Ay. (Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam X), serta pejabat penting lainnya.

Setelah senam bersama yang berlangsung meriah, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC di panggung utama yang telah disiapkan lengkap dengan perangkat audio dan backdrop Jogja Prima Fest. Suasana semakin hidup dengan interaksi antara MC dan peserta serta pembagian doorprize yang disambut antusias oleh masyarakat.

Pada pukul 08.00 WIB, kegiatan secara resmi dibuka oleh Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam X yang didampingi oleh Kepala Dinas P3AP2 DIY. Dalam sambutannya, Kepala Dinas P3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi, menyampaikan pentingnya penguatan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi melalui Desa PRIMA. Pembukaan ini menandai dimulainya Jogja Prima Fest sebagai ajang promosi sekaligus pemberdayaan ekonomi perempuan melalui produk-produk unggulan Desa PRIMA.

Setelah pembukaan, suasana acara semakin semarak dengan penampilan hiburan berupa live music di panggung utama. Di sisi lain, area Teras Malioboro dipenuhi dengan stan-stan KEP Desa PRIMA dari berbagai kabupaten di DIY yang menampilkan beragam jajanan tradisional khas Yogyakarta. Para pelaku usaha, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu Desa PRIMA, terlihat aktif melayani pengunjung yang datang silih berganti. Produk yang ditawarkan antara lain bakmi pentil, bakmi lethek, mie des, geblek, serta berbagai jajanan lawas lainnya yang sesuai dengan tema kegiatan.

Memasuki sesi berikutnya, kegiatan beralih ke Amphitheater Teras Malioboro pada pukul 09.00 WIB dengan pelaksanaan Podcast Rembag Kaistimewan bersama Desa PRIMA. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana semi formal dengan peserta yang duduk di area penonton menghadap panggung diskusi yang dilengkapi layar besar untuk presentasi. Podcast ini mengangkat tema pengelolaan sampah plastik berbasis pemberdayaan perempuan di kawasan wisata Parangtritis, serta menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah dan kelompok masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan gambaran praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi oleh masyarakat luas.

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan Temu Akbar Desa PRIMA yang menjadi wadah silaturahmi, koordinasi, serta penguatan jejaring antar Kelompok Ekonomi Produktif (KEP) Desa PRIMA dari seluruh wilayah DIY. Peserta yang berjumlah sekitar 178 orang, terdiri dari ketua Desa PRIMA dari masing-masing kalurahan, tampak hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta mempromosikan produk unggulan masing-masing kelompok, sekaligus berbagi strategi dalam pengelolaan dan pengembangan usaha.

Pada siang hari, setelah jeda istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi RRJJ (Ruang Resah Jomblo Jogja) yang dimulai pada pukul 13.30 WIB di area Amphitheater. Diskusi ini mengangkat tema “Kapan Nikah?” dan diikuti oleh peserta yang didominasi kalangan generasi muda. Suasana diskusi berlangsung santai namun interaktif, dengan narasumber yang membahas berbagai perspektif terkait relasi, kesiapan menikah, serta tantangan sosial yang dihadapi generasi saat ini. Dalam sesi ini, peserta juga dilibatkan secara aktif melalui pengisian survei digital yang ditampilkan di layar besar, sehingga mereka dapat menyampaikan pendapat dan pengalaman sebagai bagian dari bahan diskusi.

selain dari desa prima yang menjajakan produknya selama kegiatan ini berlangsung, teman teman dari PUSPAGA Pusat Pembelajaran Keluarga Prima DIY sebagai sahabat telekonseling dari DP3AP2 DIY yang juga diapresiasi oleh kepala dinas DP3AP2 DIY bersama suksesnya kegiatan ini yang dalam rangkaian kegiatan ini juga menjadi pendengar dan suportif mental untuk pengunjung baik yang mengikuti acara ini maupun pengunjung teras malioboro yang hadir saat itu.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan Jogja Prima Fest 2026 berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif. Antusiasme peserta terlihat tinggi di setiap sesi, mulai dari kegiatan olahraga, hiburan, pameran produk, hingga diskusi publik. Interaksi yang terjalin selama kegiatan mencerminkan semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan, memperluas akses pemasaran produk Desa PRIMA, memperkuat jejaring antar kelompok, serta memberikan kontribusi pemikiran dalam menjawab isu sosial di masyarakat, khususnya terkait kependudukan dan dinamika relasi generasi muda.

Silakan Pilih CS

Pengaduan P2TPAKK
Telekonseling Tesaga
Layanan SAPA 129
Satgas PPA DIY
Tutup
Ada yang bisa kami bantu?