9 Maret 2026 - BY Admin

DP3AP2 DIY Dorong Peran Laki-Laki dalam Kesetaraan Gender melalui Program “He for Equality”

Yogyakarta, DP3AP2 DIY (09/03/26) - menyelenggarakan program siaran radio bertajuk “He for Equality: Laki-Laki Setara, Masyarakat Sejahtera” sebagai bagian dari strategi komunikasi publik dalam memperkuat implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di Daerah Istimewa Yogyakarta. tema ini diambil dikarenakan maraknya status stereotype yang sering diperankan ke laki laki yang bukan berdasarkan keadilan sosial namun hanya dianggap sebagai sosok yang harus selalu kuat , dan oleh itu keadilan dan keseimbangan terhadap peran ini perlu diluruskan salah satunya melalui kegiatan siaran ini. stasiun radio yang berkolaborasi dengan DP3AP2 DIY pada siaran ini adalah Star FM Jogja.

Program siaran interaktif ini dirancang sebagai ruang dialog edukatif yang menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah daerah, LSM di daerah jogja, akademisi, praktisi gender, serta figur laki-laki inspiratif. Melalui pendekatan reflektif dan partisipatif, kegiatan ini mendorong transformasi perspektif laki-laki agar aktif menjadi mitra strategis dalam mewujudkan kesetaraan gender.

Program siaran radio He for Equality ini dilaksanakan dalam beberapa episode dengan sub-tema yang berbeda, yang masing-masing mengangkat isu penting mengenai peran laki-laki dalam mewujudkan kesetaraan gender. Episode pertama dilaksanakan pada 3 Maret pukul 14.00 dengan sub-tema Redefining Masculinity: Maskulinitas Positif dalam Pembangunan Daerah yang membahas perubahan perspektif maskulinitas agar lebih adaptif dengan nilai kesetaraan dan kemitraan dalam kehidupan sosial. narasumber yang mewarnai kebersamaan siaran ini adalah pihak dari LSM bernama Mitra Wacana yang diwakili oleh Wahyu Tanoto bersama Brian Adi Wijaya dari Bidang Kualitas Hidup Perempuan DP3AP2 DIY yang di moderatori oleh Widya Pradipta dari Star FM, narasumber menekankan pentingnya perubahan pola pikir terhadap peran laki-laki di ruang domestik maupun publik , Maskulinitas positif dipandang sebagai sikap yang tegas namun empatik, kuat namun tetap menghargai kesetaraan dan kemitraan. Dialog juga berlangsung dengan membahas stereotype dari pandangan sosial yang dikenakan pada laki laki sehingga tidak sedikit kaum laki laki merasa adanya beban yang kurang seimbang pada peran yang tidak seharusnya tetap dibudayakan. Selain itu, isu keterlibatan ayah dalam pengasuhan, penciptaan lingkungan kerja responsif gender, hingga peran laki-laki dalam pencegahan kekerasan berbasis gender turut menjadi sorotan dalam rangkaian episode siaran. Dan beberapa rangkaian siaran sub tema dari he for equality ini pun juga akan berlanjut pada beberapa episode dan waktu siaran yang berbeda yang dalam pelaksanaanya sesuai jadwalnya yaitu ;

Episode berikutnya pada 4 Maret pukul 14.00 mengangkat sub-tema Fathers Matter: Peran Ayah dalam Membangun Generasi Berkarakter dan Setara. Dalam sesi ini dibahas pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan karakter anak sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dengan menghadirkan narasumber Taat Setyabudi dari Suluh Sasmita Learning Center serta Imam Karyadi Aryanto, Fungsional Perencana Ahli Muda DP3AP2 DIY.

Selanjutnya pada 5 Maret pukul 14.00, siaran mengangkat sub-tema Equal Workplace: Mewujudkan Lingkungan Kerja Responsif Gender. Diskusi dalam episode ini menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang adil, inklusif, serta bebas dari diskriminasi gender sehingga laki-laki dan perempuan dapat berkontribusi secara setara dalam dunia kerja dengan menghadirkan narasumber A. B. Widyanta, Ketua Social Research Center UGM, bersama Erlina Hidayati Sumardi.

Pada 6 Maret pukul 09.00, pembahasan dilanjutkan dengan sub-tema Breaking the Silence: Peran Laki-Laki dalam Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender. Episode ini menekankan pentingnya keberanian laki-laki untuk menjadi bagian dari solusi dalam mencegah kekerasan berbasis gender, termasuk melalui peran sebagai saksi aktif dan agen perubahan dalam masyarakat dengan menghadirkan narasumber Arif Nasiruddin dari DP3AP2 DIY serta Saeroni dari Aliansi Laki-laki Baru.

Siaran kemudian berlanjut pada 10 Maret pukul 14.00 dengan sub-tema Shared Responsibility: Kemitraan Ekonomi dan Harmoni Keluarga. Dalam sesi ini dibahas bagaimana pembagian tanggung jawab yang setara dalam keluarga, baik dalam pengelolaan ekonomi maupun peran domestik, dapat menciptakan hubungan keluarga yang lebih harmonis dan sejahtera dengan menghadirkan narasumber Rajif Dri Angga dari Institute for Research and Empowerment bersama Rofiqoh Widiastuti.

Rangkaian program ditutup pada 11 Maret pukul 14.00 melalui sub-tema Men as Changemakers: Laki-Laki dalam Tata Kelola dan Pembangunan Inklusif. Episode ini menyoroti peran strategis laki-laki dalam mendukung kebijakan pembangunan yang responsif gender serta pentingnya kolaborasi antara laki-laki dan perempuan dalam menciptakan pembangunan daerah yang inklusif dengan menghadirkan narasumber Nurhadi Susanto, Wakil Dekan FISIPOL UGM sekaligus dosen Manajemen Kebijakan Publik UGM, serta Doddy dari unsur pemerintah daerah.

Melalui program ini, DP3AP2 DIY berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa kesetaraan gender bukan semata isu perempuan, melainkan fondasi penting dalam membangun masyarakat DIY yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan. Program siaran ini dilaksanakan dalam beberapa episode selama bulan Februari dan Maret dengan durasi 60 menit per sesi serta melibatkan interaksi pendengar melalui dialog langsung.


Silakan Pilih CS

Pengaduan P2TPAKK
Telekonseling Tesaga
Layanan SAPA 129
Satgas PPA DIY
Tutup
Ada yang bisa kami bantu?