Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi
Kalimantan Timur Lakukan Audiensi dan Studi Tiru PUSPAGA DIY ke Dinas
Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY
Yogyakarta — Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan perlindungan
perempuan dan anak di daerah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (Dinas P3A) Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan audiensi dan studi tiru
ke Dinas P3AP2 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 5 Februari 2026
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak
(PHA) Dinas P3AP2 DIY. Audiensi ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung
tata kelola dan praktik baik (best practice) pengelolaan Pusat Pembelajaran
Keluarga (PUSPAGA) yang telah berjalan optimal di DIY.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas P3A Kalimantan Timur menyampaikan bahwa
studi tiru ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat
layanan preventif dan promotif bagi keluarga, khususnya dalam upaya pencegahan
kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kami ingin menggali lebih dalam terkait sistem layanan, mekanisme
pendampingan, penguatan kapasitas konselor, hingga strategi kolaborasi lintas
sektor yang diterapkan di DIY. Harapannya, praktik baik ini dapat kami adaptasi
dan kembangkan di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Dinas P3AP2 DIY memaparkan berbagai inovasi layanan
PUSPAGA, mulai dari sistem konsultasi psikologis dan parenting, layanan
berbasis masyarakat, hingga integrasi layanan dengan sekolah dan lembaga
perlindungan anak. DIY juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis keluarga
sebagai garda terdepan dalam mencegah berbagai permasalahan sosial.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab mendalam terkait
standar operasional prosedur (SOP), pembiayaan program, sistem pelaporan, serta
indikator keberhasilan layanan PUSPAGA.
Melalui audiensi dan studi tiru ini, diharapkan terjalin sinergi dan
kolaborasi yang berkelanjutan antara Dinas P3A Kalimantan Timur dan Dinas P3AP2
DIY dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak di masing-masing daerah.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dan foto bersama sebagai
simbol komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas dan ramah
anak di Indonesia.

12 Februari 2026 - BY Admin